Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya

Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya anda bisa terkena penyakit sipilis tanpa anda sadari.

Sipilis adalah penyakit menular seksual yang sangat umum. Sipilis disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat menyebar melalui seks vaginal, anal, dan oral. Sipilis sangat mudah diberikan kepada orang lain pada awalnya, bilatelah diketahui ada luka. Tapi banyak orang tidak tahu bahwa mereka menderita sipilis karena mereka tidak memperhatikan adanya luka. Gejala sipilis terkadang sulit diperhatikan serta datang dan pergi dari waktu ke waktu. Cara tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita sipilis adalah dengan melakukan tes.

Sipilis dapat dikatakan sebagai penyakit yang lihai karena penderita mungkin tidak sadar bahwa mereka memiliki gejala yang dapat dilihat atau dirasakan. Kebanyakan orang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyadari bahwa mereka telah menderita sipilis. Hal itu menjadi alasan mengapa penyakit sipilis adalah infeksi yang umum dan sangat penting untuk dilakukan uji.

Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya

Klik >>> Obat Sipilis

Penyebaran Sipilis | Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya

Ciri-ciri sipilis dalam penyebaran sipilis dapat berasal dari kontak seksual kulit ke kulit dengan seseorang yang memilikinya. Seseorang dapat terkena sipilis apabila vulva, vagina, penis, anus, atau mulut menyentuh penyakit sipilis seseorang.

– Penyebaran biasanya terjadi ketika berhubungan seks. Sipilis dapat menyebar bahkan ketika tidak keluar air mani. Penyebaran sipilis lebih sering terjadi melalui vaginal dan anal seks, dibandingkan melalui oral seks.
– Sipilis juga dapat menyebar dari ibu yang terinfeksi kepada bayi yang belum lahir, yaknidengan kemungkinan janin mati di dalam kandungan, bayi terlahir mati, atau bayi lahir selamat dengan kelainan organ.
– Sipilis tidak menyebar melalui kontak biasa, sehingga seseorang tidak bisa tertular akibat berbagi makanan atau minuman, berpegangan tangan, memeluk, berbagi handuk, batuk, bersin, atau duduk di kursi toilet. (baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Kulit)

Tanda-tanda sipilis bisa sangat ringan sehingga penderita bahkan tidak menyadarinya. Terkadang orang dikecohkan oleh gejala sipilis dengan hal lain, seperti jerawat atau ruam. Gejala sipilis datang dan pergi dari waktu ke waktu, tapi bukan berarti infeksi hilang. Satu-satunya cara untuk menyingkirkan sipilis adalah dengan meminum obat.

Tanda-Tanda Awal Penyakit Sipilis

Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya – Terdapat beberapa tahap pada penyakit sipilis. Seraingkali orang dibingungkan karena tahap yang berbeda bisa saling tumpang tindih atau terjadi bersamaan. Bukan hal yang tidak mungkin bila seseorang tidak memiliki gejala sama sekali namun infeksi tetap ada sampai dilakukan pengobatan. Gejala dapat bervariasi pada setiap tahap dan mungkin tidak selalu terjadi dalam urutan yang sama pada setiap orang. Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya.

Secara umum, tahap sipilis terbagi menjadi empat, yakni tahap primer, sekunder, laten, dan tersier. Tahap primer adalah yang paling ringan, disusul sekunder dan tersier yang dapat mengancam jiwa. Tahap laten adalah saat diantara tahap sekunder dan tersier dimana tidak muncul, sebagai berikut:

– Tahap-tahap yang dilalui penderita sipilis bisa saja tidak urut atau tidak seluruhnya dilalui. Mungkin saja seseorang mengalami tahap primer kemudian meningkat ke tersier karena tidak segera melakukan pengobatan.
– Kemungkinan lain terdapat pada seseorang yang terdiagnosa menderita sipilis saat telah pada tahap sekunder kemudian melakukan pengobatan dan akhirnya dapat sembuh total.
– Kemungkinan terburuk adalah tahap tersier atau akhir dimana penyakit telah menyebar ke sistem syaraf dan organ tubuh lain sehingga menjadi sangat membahayakan dan berakhir pada kematian. (Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya)

Ciri-ciri Penyakit Sipilis pada Pria dan Wanita

Pada dasarnya, pria dan wanita memiliki ciri-ciri sipilis yang sama. Ciri-ciri muncul secara spesifik pada tahap yang berbeda. Berikut merupakan ciri-ciri penyakit sipilis pada setiap tahap. Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya. Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya.

1. Tahap Primer
Tahap primer mencakup ciri-ciri yang sering tidak disadari oleh penderita. Banyak orang mengira ciri-ciri yang muncul pada tahap primer adalah penyakit ringan pada kulit, seperti jerawat, luka tergores, atau benjolan karena rambut yang tidak tumbuh.

– Kemunculan Chancre
Tahap primer ditandai dengan munculnya bisul atau borok, yang disebut dengan chancre, pada area yang awalnya mengalami kontak dengan infeksi, yakni pada alat kelamin, anus, atau mulut. Pada alat kelamin wanita, chancre dapat muncul pada vulva, labia atau vagina. Sedangkan pada pria, chancre dapat muncul pada kepala penis, batang penis, atau skrotum.

Chancre terbentuk sekitar 9-90 hari (umumnya 21 hari) setelah paparan awal Treponema pallidum, organisme mikroskopik yang disebut spirochete dan menghasilkan sifilis. Spirochete berbentuk spiral menyerupai cacing dan menyebabkan infeksi pada manusia dengan cara menggali selaput lendir lembab di mulut atau alat kelamin. Dari proses itulah chancre dihasilkan. Chancre berbentuk seperti kancing, kencang, bulat, biasanya berukuran setengah inci, dan tidak menimbulkan rasa sakit saat disentuh. Terkadang chancre terbuka dan basah. Biasanya hanya terdapat satu chancre, namun dapat pula muncul beberapa. Seringkali chancre dianggap sebagai rambut yang tidak tumbuh, jerawat, atau benjolan yang tidak berbahaya.

– Kontak Pada Chancre Menularkan Infeksi
Chancre mengandung bakteri penginfeksi, sehingga apabila terdapat luka akan sangat menular. Kontak apapun dengan chancre dapat menyebarkan infeksi. Jika chancre berada di mulut, misalnya, berciuman bisa menyebarkan penyakit. Penularan infeksi akan sangat mudah terjadi pada saat berhubungan seks. Menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan seksual nampaknya tidak dapat mencegah penyebaran penyakit jika chancre berada di area tubuh yang tidak tertutup oleh kondom. Pada pria yang memiliki chancre pada skrotum dapat menularkan penyakit pada wanita karena skrotum tidak tertutup oleh kondom. Sedangkan pada wanita yang memiliki chancre pada vulva atau bagian luar vagina, sipilis dapat ditularkan pada bagian yang tidak ditutupi oleh kondom.

– Chancre Sembuh Secara Spontan
Seseorang yang terinfeksi biasanya tidak merasa sakit pada tahap awal sipilis. Chancre dapat sembuh secara spontan setelah empat sampai enam minggu dengan atau tanpa dilakukan pengobatan. Hal ini sering menipu seakan sudah tidak lagi terjadi infeksi. Chancre yang sembuh tidak menandakan infeksi telah sembuh. Meski tidak ada tanda yang jelas pada tahap ini, sipilis terus menyebar ke seluruh tubuh. Chancre yang tidak menimbulkan rasa sakit serta bisa tinggal di tempat tersembunyi menyebabkan penderita tidak memperhatikannya. Oleh karena itu, pada tahap ini penderita sering mengabaikan tanda dan justru hanya akan semakin membawanya ke tahap yang lebih buruk.

Seseorang yang terdapat ciri-ciri seperti pada tahap primer harus minum obat untuk menyembuhkan sifilis dan menghentikannya untuk pindah ke tahap berikutnya. Meskipun luka telah hilang, tidak melakukan pengobatan akan memberi jalan pada infeksi untuk semakin menyebar dan akan semakin sulit untuk dihentikan. Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya.

2. Tahap Sekunder
Jika seseorang menderita sipilis pada tahap primer tidak segera melakukan pengobatan untuk menghentikan penyebaran infeksi, maka penyakit sipilis akan berkembang ke tahap yang lebih buruk, yaitu tahap sekunder. Tahap sekunder sering terjadi beberapa minggu hingga bualn setelah tahap primer, tepatnya setelah chancre dianggap sembuh. Tahap sekunder yang terjadi jauh setelah tahap primer menyebabkan penderita mengira bahwa infeksi telah sembuh karena gejala tidak lagi muncul. Pada tahap ini, bakteria telah menyebar ke seluruh tubuh, sehingga penderita akan merasa sakit.

– Munculnya Ruam
Sipilis tahap sekunder dicirikan dengan ruam kulit yang biasanya tidak gatal dan mudah disalahartikan dengan ruam yang disebabkan oleh penyakit lain. Kondisi seperti ini dapat muncul di hampir semua bagian tubuh, termasuk luka di dalam mulut, alat kelamin, atau anus. Ruam sipilis sekunder sering ditemukan di telapak tangan dan telapak kaki. Pada beberapa orang, ruam bisa jadi sangat ringan dan tidak disadari. Ruam tidak gatal yang terkadang muncul pada tahap sekunder sipilis biasanya berwarna coklat kemerahan. Namun demikian, kenampakan ruam pada setipa individu bisa sangat bervariasi. Ruam bisa saja datar atau terangkat, mungkin atau mungkin tidak bersisik, dan mungkin atau mungkin tidak muncul pustula. Hal ini sebagian disebabkan oleh variabilitas ruam yang membuat sipilis dikenal sebagai “peniru hebat.” Ciri-ciri penyakit ini sering disalahartikan karena menyerupai banyak kondisi dari penyakit lain. Ruam bisa berlangsung dari beberapa minggu sampai beberapa bulan.

– Muncul Gejala Sekunder Pada Tubuh
Pada sipilis sekunder, infeksi telah menyebar ke seluruh tubuh, jadi gejala lain yang mungkin terkait dengan gejala yang diwujudkan oleh kulit. Selain muncul ruam, penderita juga mengalami gejala umum meliputi sakit kepala, demam, kejang, kehilangan nafsu makan, kelenjar getah bening yang membesar, kelelahan, penurunan berat badan, rambut rontok, dan nyeri otot.

– Muncul Gejala Lanjutan
Ciri-ciri sipilis akan muncul pembengkakan kulit berwarna kelabu atau putih, yang dikenal sebagai condyloma lata, juga dapat terjadi pada penderita, terutama di daerah hangat dan lembab pada tubuh seperti ketiak, mulut, atau selangkangan. Infeksi yang tetap ada meski gejala yang telah mereda tentu sangat membutuhkan pengobatan yang lebih intensif. Infeksi yang tidak segera ditangani, terlebih jika sudah menyebar ke seluruh tubuh akan membawa penderita melanjutkan penyakit sipilis ke tahap yang jauh lebih buruk dan tidak diharapkan, yaitu tahap tersier. Oleh sebab itulah, uji penyakit sipilis sangat penting.

3. Tahap Laten
Di antara tahap sekunder dan tahap tersier, mungkin saja ada saat ketika infeksi sipilis penderita bersifat laten, yaitu tidak muncul tanda atau gejala sama sekali selama beberapa waktu. Tahap laten sipilis, yang terjadi setelah gejala sipilis sekunder telah hilang, dapat berlangsung dari beberapa tahun hingga 50 tahun. Setelah sekitar dua tahun, penderitaa mungkin akan berhenti menularkan infeksi. Namun demikian, jika penderita berada pada tahap laten sifilis, sesungguhnya penderita masih terinfeksi. Oleh sebab itu, penyakit ini masih dapat didiagnosis dengan tes darah. Dengan demikian, penderita masih memerlukan perawatan untuk menyingkirkan infeksi untuk bisa sembuh.

4. Tahap Tersier
Setelah gejala sipilis tahap sekunder hilang, infeksi tetap tinggal dalam tubuh yang tidak segera diobati. Sekitar 15% orang yang terinfeksi sipilis dan tidak segera melakukan pengobatan akan terus mengembangkan penyakit tahap sipilis yang lebih berbahaya, yaitu tahap tersier. Tahap tersier dapat terjadi selama 10 sampai 20 tahun setelah infeksi awal.

– Kerusakan Sistem Organ
Sipilis tersier ditandai dengan kerusakan sejumlah sistem organ. Rusaknya sistem organ pada manusia akan berakibat fatal. Sipilis tersier dapat menyebabkan rusaknya sistem pada otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian. Gejala yang bisa timbul dari tahap tersier sipilis meliputi masalah pada gerakan, kehilangan penglihatan, demensia, kelumpuhan, dan mati rasa.

– Demensia
Salah satu gejala pada tahap tersier yang menyerang sistem otak, yaitu demensia, ditandai dengan terganggunya mental seseorang yang menyebabkan gangguan berpikir dan hilang ingatan. Gejala tersebut juga dapat menyebabkan perubahan sifat dan perilaku seseorang. Hal ini tentu akan mengganggu penderita sipilis dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

– Kelumpuhan
Gejala lain pada tahap tersier adalah kelumpuhan, dimana penderita tidak dapat menggerakan anggota tubuh. Hal ini terjadi bagian tubuh yang kehilangan fungsi otot akibat infeksi sipilis yang telah menyebar. Kelumpuhan dapat terjadi sebagian atau total, bergantung pada seberapa jauh infeksi telah menyerang sistem.

– Neurosipilis
Neurosipilis adalah istilah yang digunakan ketika penyakit sipilis telah merujuk pada keterlibatan sistem saraf pusat dan perubahan fungsi neurologis. Kerusakan sistem saraf dapat mengakibatkan hilangnya fungsi mental. Bagian saraf yang rusak dan tertekan akan menyebabkan penderita mengalami mati rasa.

– Sipilis okular
Selain neurosipilis, kerusakan akibat infeksi sipilis dapat pula terjadi pada penglihatan, yang disebut dengan sipilis okular. Sipilis okular dapat melibatkan hampir semua struktur mata, tapi yang paling umum adalah uveitis posterior dan panuveitis.

Uveitis merupakan peradangan pada uvea mata, yang terdiri dari koroid, tubuh siliari, dan iris. Uveitis menjadi manifestasi komplikasi sipilis yang sangat umum. Selain pada tahap tersier, tidak menutup kemungkinan uveitis terjadi pada tahap primer dan sekunder sipilis. Uveitis ditandai oleh penglihatan buram, floater, kepekaan cahaya, penglihatan ganda, nyeri mata dan sensasi benda asing. Posterior merupakan manifestasi atau perwujudan dari sipilis tahap tersier yang berbahaya dan terkait secara umum dengan neurosipilis subklinis.

Sipilis Pada Wanita Hamil | Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya

Sangat penting bagi ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan dan pada awal kehamilan. Perlu adanya penyedia layanan kesehatan utama untuk mengetahui adanya masalah kesehatan atau penyakit yang sudah ada sebelumnya, salah satunya adalah sipilis. Sipilis selama kehamilan adalah kondisi yang serius. Ketika penderita sipilis hamil, terdapat beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada janin:

– Kematian janin. Sipilis kongenital dihasilkan oleh transmisi bakteri transplasental (melewati plasenta) ke bayi. Penularan mungkin terjadi pada setiap tahap kehamilan dan dapat menyebabkan kematian janin.
– Bayi lahir mati. Infeksi dapat mempengaruhi telinga, mata, hati, sumsum tulang, kulit, tulang, dan jantung janin. Sipilis juga dapat menginfeksi bayi pada saat dilahirkan sehingga meningkatkan kemungkinan bayi lahir mati.
– Janin bertahan sampai kelahiran. Janin bertahan dan bayi lahir selamat dengan risiko termasuk kelahiran prematur, berat lahir rendah, infeksi sifilis kongenital, atau kematian neonatal. Ketika bayi terinfeksi lahir dan bertahan, mereka juga berisiko mengalami masalah serius termasuk kejang dan penundaan perkembangan. Bayi yang lahir mungkin memiliki ruam dan lesi kulit di sekitar mulut, alat kelamin, dan anus. Selain itu, infeksi sipilis pada bayi dapat menyebabkan sekresi hidung yang tidak normal, pembengkakan kelenjar getah bening; pneumonia dan anemia.

Jika sesorang menduga bahwa ia mungkin menderita sipilis saat hamil, sangat penting untuk dilaukan uji. Uji pemindaian dilakukan pada kunjungan prenatal pertama dan biasanya diulang pada trimester ketiga kehamilan. Berdasarkan hasil, penderita dan penyedia layanan kesehatan utama dapat melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan dalam hal kesehatan prenatal. Dengan mengenal ciri-ciri penyakit sipilis lebih awal, sipilis mudah diobati dengan antibiotik yang tepat dan penderita bisa tetap hamil dengan aman dan baik selama penderita melakukan pengobatan dan mendapat perawatan rutin.

Deteksi Awal Sipilis Sekarang

Tingkat infeksi janin selama kehamilan dalam kasus sipilis yang tidak diobati mendekati 100%, menghasilkan angka kematian janin 40% pada bayi yang terinfeksi. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat 52% frekuensi wanita dengan sipilis yang mengalami penurunan hasil kehamilan dibandingkan wanita tanpa sipilis. Beberapa bayi terinfeksi sipilis, yang ibunya tidak diobati secara tepat waktu selama kehamilan, akan mengalami masalah sebelum kelahiran yang terlihat pada ultrasound. Masalah ini dapat mencakup plasenta yang terlalu besar, cairan di perut dan pembengkakan parah, dan pembesaran hati atau limpa. Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya. Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya.

Pemindaian sipilis sangat dianjurkan untuk wanita hamil dan orang-orang yang berisiko tinggi terkena infeksi. Orang yang berisiko tinggi tertular sifilis meliputi mereka yang:

– Melakukan hubungan seks tanpa kondom (atau menggunakannya dengan tidak benar).
– Memiliki banyak pasangan seks, terutama jika mereka tinggal di daerah di mana sipilis lebih sering terjadi.
– Melakukan hubungan seks dengan pasangan yang memiliki sifilis.
– Melakukan hubungan seks dengan pasangan yang memiliki banyak pasangan seks.
– Melakukan pertukaran uang atau narkoba untuk seks (prostitusi).
– Memiliki infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). (baca juga: Penyakit Kelamin Wanita)

Orang-orang yang beresiko terinfeksi sipilis harus melakukan deteksi awal pada diri sendiri apakah mereka memiliki luka, benjolan, ruam, lecet, atau kutil pada atau di sekitar alat kelamin atau dubur atau pada area tubuh mana yang menurut bisa disebabkan oleh infeksi menular seksual. Apabila orang yang beresiko terinfeksi sipilis telah menyadari bahwa mereka telah terpapar infeksi menular seksual, pemeriksaan medis harus segera dilakukan.

Menunggu dengan hati-hati, yang berarti mengambil pendekatan wait and see, tidak tepat jika seseorang merasa terpapar infeksi dan telah mengalami ciri-ciri penyakit sipilis seperti yang telah dijabarkan. Gejala atau perubahan lain yang menunjukkan penyakit sipilis harus dievaluasi oleh dokter. Pengobatan dini bisa mengurangi komplikasi sipilis dan mencegah penyebaran infeksi ke orang lain. Penderita sangat tidak disarankan melakukan hubungan seksual selama melakukan perawatan oleh dokter. Bagimana sipilis bisa menular dan apa obatnya.

Diagnosis Pada Penyakit Sipilis

Sebagian besar bayi tidak memiliki gejala ini pada awalnya, namun tidak adanya pengobatan dapat mengembangkan beberapa gejala dalam satu atau dua bulan pertama setelah kelahiran. Baik gejala jelas terlihat atau tidak sejak dini, jika penyakit ini tidak diobati, bayi yang lahir dengan sipilis mungkin akan mengalami masalah pada tahun-tahun kemudian, seperti kelainan bentuk tulang dan gigi, kelainan penglihatan dan gangguan pendengaran, serta masalah neurologis serius lainnya. Diagnosis sipilis mencakup riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik meliputi:

– Pemeriksaan hati-hati pada kulit dan mulut untuk mencari ruam atau kelainan lainnya.
– Pada wanita, pemeriksaan panggul untuk mencari tanda sipilis, yaitu luka abnormal di vagina atau di vulva, labia, daerah rektum, dan paha bagian dalam. Luka ini terjadi pada tahap awal sipilis.
– Pada pria, pengujian cairan yang keluar dari penis, pemeriksaan testis untuk pembengkakan dan nyeri tekan, pemeriksaan rektum untuk debit dan melihat kelenjar yang menghasilkan bagian semen untuk pembengkakan dan kelembutan.
– Pada bayi yang baru lahir, pemeriksaan ibu dan bayi untuk gejala.